Profil

Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu wilayah administratif di Provinsi Kalimantan Barat dengan luas daerah mencapai 6.985,20 kilometer persegi. Kabupaten Kubu Raya terbentuk pada 17 Juli 2007 dan resmi berdiri pada tanggal 10 Agustus 2007 dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2007 mengenai Pembentukan Kabupaten Kubu Raya di Provinsi Kalimantan Barat. Untuk kepala daerahnya sendiri (Bupati), pada tanggal 25 Oktober 2008 telah dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah dimana yang berhasil memperoleh suara pemilihan terbanyak adalah Bapak Muda Mahendrawan, SH sebagai Bupati dan Bapak Drs. Andreas Muhrotien, M.Si sebagai Wakil Bupati.

Dari sisi pembagian wilayah administrasi, Kabupaten Kubu Raya terdiri dari 9 kecamatan, 101 desa dan 370 dusun, antara lain:

  1. Kecamatan Batu Ampar, terdiri dari 14 desa, 50 dusun dan luas wilayah 2.002,00 km²
  2. Kecamatan Terentang, terdiri dari 9 desa, 24 dusun dan luas wilayah 786,40 km²
  3. Kecamatan Kubu, terdiri dari 18 desa, 65 dusun dan luas wilayah 1.211,60 km²
  4. Kecamatan Telok Pa’kedai, terdiri dari 14 desa, 46 dusun dan luas wilayah 291,90 km²
  5. Kecamatan Sungai Kakap, terdiri dari 12 desa, 48 dusun dan luas wilayah 453,13 km²
  6. Kecamatan Rasau Jaya, terdiri dari 5 desa, 21 dusun dan luas wilayah 11,07 km²
  7. Kecamatan Sungai Raya, terdiri dari 12 desa, 47 dusun dan luas wilayah 929,30 km²
  8. Kecamatan Sungai Ambawang, terdiri dari 12 desa, 48 dusun dan luas wilayah 726,10 km²
  9. Kecamatan Kuala Mandor-B, terdiri dari 5 desa, 21 dusun dan luas wilayah 473,00 km²

Untuk batas wilayah Kabupaten Kubu Raya dapat kita lihat dibawah ini:

  • Bagian Utara : Kecamatan Siantan, Kabupaten Pontianak, dan Kota Pontianak
  • Bagian Selatan : Kecamatan Pulau Maya Karimata dan Kabupaten Ketapang
  • Bagian Barat : Laut Natuna
  • Bagian Timur : Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kecamatan Tayan Hilir, dan Kabupaten Sanggau

Kabupaten Kubu Raya memiliki kondisi geografis terdiri atas daratan dan pulau-pulau yang terpisah oleh sungai dan laut. Oleh karena itu, wilayah ini akan sangat berpotensi menjadi pusat lalu lintas perdagangan antar pulau dan pariwisata khususnya wisata bahari.

Slogan pembangunan yang diusung adalah Berlari Lebih Kencang Berproses Lebih Cepat, hal ini menunjukkan bahwa meskipun Kabupaten Kubu Raya tergolong sebagai kabupaten termuda di Kalimantan Barat, pemerintah daerah semaksimal mungkin menggunakan potensi daerah yang ada untuk mengejar ketertinggalan dengan kabupaten-kabupaten yang telah terbentuk duluan. Dan tentunya itu semua tidak akan berhasil tanpa ada dukungan dari rakyat Kubu Raya sendiri. (KR)

Advertisements